Takut Backpacker`an ke Bali #JadiBisa Teratasi dengan Traveloka

Berawal dari 7 hal yang ingin aku lakukan sebelum umur 25 tahun, salahsatu nya yaitu Backpacker`an ke Pulau Bali. Mungkin bisa di bilang perjalanan ini serba nekat, dari sisi persiapan serta perbekalan sangatlah kurang meyakinkan. Apalagi waktu saya ke Pulau Bali sebelumnya hanya dalam rangka studi banding kampus, bisa ditebak bahwa semua hal pasti sudah di persiapkan oleh panitia. Oh iya, saat itu kebetulan saya juga menjadi ketua panitia dalam kegiatan studi banding tersebut akan tetapi kami memakai jasa biro perjalanan sehingga semua sudah dipersiapkan dan kami hanya mengajukan tempat yang akan di kunjungi serta mencocokkan jadwal perjalanan. Soo... pasti perencanaan yang kami anggap instan dan kami hanya terima bersih.Tapi jika dikategorikan, perjalanan itu hanyalah sebuah kunjungan kelompok saja. Dan inilah perjalanan yang sesungguhnya, Backpacker`an ......!!!!! 
@Bedugul_Bali

Setiap orang ketika ingin memulai sebuah perjalanan pasti hal pertama yang ada dipikirkan selain masalah transportasi, makan, sesuatu hal yang tidak kalah penting adalah “Tempat Istirahat atau Hotel”. Pasti kita takut akan tidur dimana ketika kemalaman ditempat wisata, pasti kita takut ketika kita ditengah perjalanan mulai lelah dan ingin beristirahat untuk mengembalikan tenaga. Kita takut ketika sudah berada di rute yang jauh dan ingin istirahat (tidur) tidak mungkin kembali lagi ke hotel sebelumnya. Tapi saya sudah merasa lega, karena semua kekhawatiran itu sudah dapat diatasi dengan “Senjata Rahasia” yang sudah ada digenggaman. Apa senjata rahasia itu? Ikuti saja alur tulisan ini sobat ಠ_ಠ 

Dan waktu berangkat pun sudah tiba, tepat hari jum`at 23 September 2016 dari Kota Palangka Raya sebuah keyakinan kuterbangkan anganku menuju kota Surabaya. Lalu melanjutkan via jalur darat menggunakan kereta api, menyeberang menggunakan kapal laut dan transportasi umum (bus, shuttle) untuk sampai di tempat tujuan yaitu Kuta (Badung) - Pulau Bali. Pada hakikatnya, saya adalah anak desa jadi semua hal yang saya tau hanya melalui internet. 

Setibanya ditempat tujuan #PulauBali, saya pun sebenarnya sedikit bingung. Tapi saya ingat, bahwa sudah ada “Senjata Rahasia” digenggaman. Iyaa, sebuah gadget jadul dengan aplikasi Traveloka yang sudah terpasang didalamnya. Bukan gadgetnya, tapi Traveloka #Hotel nya. Apa itu Traveloka #Hotel, yaitu salah satu produk dari traveloka yang bisa kita nikmati untuk mencari, membandingkan, dan memesan Hotel yang kita inginkan kapanpun dan dimanapun. Jika takut kemalaman di tempat wisata, tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat cuaca atau kelelahan dan bingung mencari Hotel untuk istirahat? Ya ini solusinya, Traveloka #Hotel dengan pilihan menginap yang lengkap. Kapanpun dan dimanapun, gunakan aja Traveloka#Hotel. Ingin bukti? Coba simak perjalanan ini. 

# PantaiKuta, Bali 

Tempat pertama kali yang saya kunjungi adalah pantai kuta, dan tidak lupa syarat wajib adalah selfie dulu hehe. Setelah puas mendapatkan ucapan“Selamat Datang di Pulau Bali” oleh pantai kuta. 
@Pantai Kuta _ Bali
Lalu saya lanjutkan untuk mencari tempat istirahat. Bingung, takut ?? Tinggal buka gadget klik aplikasi traveloka cek produk Pemesanan Hotel. Cek harga, lokasi, kamar, pesan hotel, bayar, lalu e-tiket sudah ditangan tinggal on the way hotel. Takut tidak tahu lokasinya? Jangan risau, semua ada didalam Traveloka #Hotel. Peta, fasilitas serta ketentuan dan peraturan hotel tersebut sudah ada disana. Takut kemahalan? Cari saja yang sesuai isi kantong kita masing-masing. Masih tetap bingung? Di detail masing-masing hotel ada tempat terdekatnya kok, jadi bisa buat acuan yang tidak tahu arah mata angin. Masing bingung juga? Search aja Pantai kuta di pencarian hotelnya, ada banyak hotel dihasil pencariannya. Dari yang paling dekat (beberapa meter saja) sampai yang paling jauh (puluhan kilometer), dari yang paling murah sampai yang paling mahal pun ada. Ragu kalau nanti Fakta tidak sesuai dengan ekspetasi? Jangan khawatir, disana juga ada foto kondisi hotel. Dari bagian depan, loby hotel sampai ruangan kamar masing-masing kelas pun ada. Traveloka #Hotel itu memang memiliki “Pilihan menginap yang lengkap”. Coba Lihat Tampilan hasil pencarian berikut ini.
@Traveloka app

# Menyusuri Bali Selatan

Keesokan harinya, saya menyewa sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan. Setelah sarapan di dekat pantai kuta, lalu saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Jimbaran, Pantai Dream Land, Garuda Wisnu Kencana, dan Pantai Pandawa. Ini hasil foto selfienya. Ohh iya, dihari kedua ini saya janjian untuk bertemu teman kerja salah satu perusahaan swasta di Kalimantan Tengah yang sudah seperti kakak saya sendiri.
 @Pantai Jimbaran

 @Pantai Dreamland

 @GarudaWisnuKencana

Dari tebing @Pantai Pandawa

Dengan jarak dari tempat ke tempat masing-masing destinasi itu adalah lumayan jauh dan sangat menguras tenaga. Serta waktu juga sudah larut malam ketika di Pantai Pandawa, saya pun langsung mengeluarkan senjata rahasia yaitu “Traveloka #Hotel” dengan Pilihan menginap yang lengkap. 

Ini contoh searching nya pakai tanggal terbaru saja...hehe


Tinggal buka aplikasi, cari, pilih, pesan hotel, bayar kemudian on the way hotel. Dan istirahat tidur agar esok hari kembali segar ketika melanjutkan perjalanan.

# Bedugul 

Setelah “mentari” pagi menampakkan sinarnya (ciee bahasanya), kami pun melanjutkan perjalanan. Kemana selanjutnya?? Bedugul.....!!!! Petualangan yang tidak mudah di destinasi berikutnya karena jarak tempat ini memang terhitung jauh. Apalagi cuaca di daerah bedugul tidak mudah di prediksi, karena daerah ini adalah daerah pegunungan ditambah lagi jalur yang akan kami lalui berupa tanjakan dan turunan yang terjal. Jadi harus selalu konsentrasi pada kondisi jalur jalan. Ditengah-tengah perjalanan kami menemukan beberapa kendala, karena jalan menuju destinasi ini cukup membuat kami bingung. Banyaknya persimpangan, hingga peralihan jalur karena ada acara adat memang menambah bingung kami. Maklum, ini adalah perjalanan pertama menggunakan kendaraan sendiri. Disela-sela waktu kami memikirkan jalur jalan, kami pun berniat mencari cemilan untuk sekedar menemani waktu bersantai di bedugul nanti. Dan akhirnya kami pun mendapatkannya, dan cemilan itu adalah Buah Nangka.. Cemilan yang murah, meriah dan mengenyangkan.. hehe

Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya kami berdua pun tiba ditujuan. Yaitu Bedugul, sebuah danau yang indah dengan pura ditengah-tengah air seperti yang nampak pada uang kertas Rp. 50.000 diawal gambar postingan ini. Dan ini adalah hasil potret lainnya.
@Bedugul_Bali


Cuaca yang tidak mendukung mengharuskan kami untuk selalu waspada karena sewaktu-waktu bisa turun hujan, dan disaat itu juga kami harus memikirkan tempat ( hotel ) dimana kami akan istirahat. Dengan bantuan “Traveloka #Hotel” kami pun tidak merasa khawatir, karena “Traveloka #Hotel” memiliki Pilihan menginap yang lengkap. Jika memang kami harus menginap, kami bisa menginap diantara hotel-hotel berikut ini.
@Traveloka app

Pada akhirnya hujan pun reda diwaktu yang tepat, yaitu sekitar pukul 13.16 WITA. Sehingga kami pun masih mempunyai cukup waktu untuk melanjutkan perjalanan mengejar Sunset di Tanah Lot.

#Tanah Lot

Salah satu keindahan pulau bali yang sangat tidak asing lagi bagi kita para pencinta sunset adalah Tanah Lot. Dengan segala keindahan yang terdapat di tempat wisata ini pantas saja jika setiap kunjungan wisatawan lokal maupun asing tidak melewatkan untuk singgah di tempat ini. Ada banyak spot-spot untuk sekedar bersantai ataupun berfoto ria hingga berbelanja. 

Jika memang harus menginap, kita bisa menginap di hotel sekitar tanah lot dengan memanfaatkan website Traveloka #Hotel seperti berikut.

@Website Traveloka

Hasil potret di tanah lot.
@Tanah Lot

@Tanah Lot

Setelah istirahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Kuta untuk mengembalikan sepeda motor yang telah kami sewa dan istirahat dengan membooking lagi di hotel awal masing-masing kita menginap karena tempat saya sewa sepeda motor ada di sebelah hotel tersebut. Cuaca dan jarak pandang waktu itusangat tidak mendukung, kami berdua pun sangat hati-hati dijalan. Hingga akhirnya kami pun tiba di kuta sudah larut malam dan saya pun lekas mengantarkan teman ke hotel tempat dia menginap karena hotel tempat menginap kami berbeda dan jaraknya cukup berjauhan. Setelah itu, saya langsung menuju ke penginapan awal yang ada di jalan Mataram XI. Setibanya di hotel, saya pun lekas mandi dan istirahat karena tenaga sudah seharian penuh terkuras dan esok hari sebelum jam 12 saya harus sudah mengembalikan sepeda motor. Malam pun berlalu, dan siang pun sudah sampai sehingga saya harus mengembalikan sepeda motor. Setelah istirahat seharian, menjelang petang saya pun lekas berjalan kaki dari hotel menuju pantai kuta untuk melihat sunset. Dengan berbekal nasi bungkus dan air mineral untuk diner sendirian, saya pun dengan pede nya duduk ditengah keramaian orang-orang sambil melihat sunset. Sungguh istimewa bagi saya karena bisa dinner di pantai kuta sambil melihat sunset, terserah orang lain mau menganggapku bagaimana tapi saya sangat menikmatinya. 
Dinner @Pantai Kuta

Karena malam ini adalah malam terakhir saya di pulau bali, keesok harinya saya harus pulang ke tempat asal yaitu Kalimantan sebagai tempat perantauan saya. Setelah puas menikmati diner dan sunset, saya pun bergegas pulang ke hotel untuk istirahat karena esok hari hari memulai perjalanan pulang yang sangatlah panjang.

Sekitar pukul 10:00 WITA, saya pun segera check out dari hotel. Dengan tas yang ada di punggung, saya pun melanjutkan perjalanan pulang menuju surabaya untuk transit sebelum terbang ke kalimantan. Akan tetapi sebagai salam perpisahan, saya pun menyempatkan diri untuk berjalan kaki ke monumen bom bali dan Pantai Kuta. 
@Monumen Bom Bali _ Legian-Kuta
Pamitan ke @Pantai Kuta

Setelah dari kedua tempat itu, saya langsung mencari tranportasi menuju ke Surabaya hingga ke Kalimantan.
Penginapan terakhir sebelum pulang @Kuta_Bali

Jangan khawatir dimana pun anda berada selagi ada traveloka.

Singkat cerita, pada akhirnya saya pun harus benar-benar meninggalkan pulau bali. Saya berharap suatu saat nanti bersama pasangan bisa mengunjungi pulau ini lagi “pulau dengan sejuta keindahan”. Dan tidak lupa sesuatu hal yang sangat membantu saya dalam urusan mencari hotel untuk istirahat yaitu “Traveloka #Hotel”, karena “Traveloka #Hotel” memiliki Pilihan menginap yang lengkap.

Selamat Tinggal Pulau Bali ....
Terima kasih Pulau Bali .....
Terima Kasih Traveloka #Hotel ...
0 comments

Ketika Aku di Bali #Berangkat Part 1

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Hey sahabat2, ini adalah tulisan mengenai perjalananku beberapa waktu yang lalu ketika ke Pulau Bali. Pada rangkaian perjalanan ini sengaja aku bagi menjadi 3 bagian yaitu #Berangkat #Perpetualang dan #Pulang ,karena jika aku gabungkan menjadi satu postingan akan sangat panjang sehingga fitur Readmore otomatis yang aku setting disitus ini tidak akan bekerja secara penuh dan post akan acak-acakan.
 
Ketika Aku di Bali #Berangkat Part 1

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia dengan Ibu kota provinsi Denpasar. Secara geografis, Bali terletak di antara Duu pulau yaitu Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.
 
Sebetulnya perjalananku ini adalah bagian dari  25 Hal Yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 25 tahun, akan tetapi bedanya disini hanya "aku melakukannya tanpa pasangan"
 
#Kamis, 22 September 2016
Sekitar pukul 17:30 WIB aku memulai perjalanan menuju ke Kota Palangka Raya dengan menggunakan kendaraan Bus Lintas Malam Yessoe seharga Rp. 125.000. Aku memilih Penerbangan ke Surabaya via Palangka Raya karena memang dari segi harga tiket sangatlah jauh berbeda dan mempertimbangkan waktu penerbangan dengan jam terbang pagi hari pilihannya hanyalah via Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Aku tiba di Garasi Bus Yessoe Palangka Raya sekitar pukul 01:25 WIB dini hari, akupun istirahat sambil menunggu ojek dan pagi menjelang. 
Pukul 03:40 WIB aku mencari tukang ojek untuk mengantarkan sampai ke Bandara Tjilik Riwut, perjalanan sekitar 15 Menit dari Jalan Miliono Garasi Bus Yessoe.
Tibanya di Bandara, keadaan pun masih sangat sepi. Hanya segelincir orang saja yang ada disana. Aku langsung menuju ruang tunggu pengantar dan cuci muka serta men-charger hape.
 
Pukul 05:15 WIB aku langsung melakukan check-in dan boarding pass. Karena antrian tidak begitu panjang, jangan aku sangatlah santai.
Setelah menunggu beberapa puluh menit, penumpang pun di persilahkan untuk naik ke pesawat.
 
 #saat akan naik pesawat @LionAir
 
#Tiket Boarding Pass
Sekitar 1 Jam 10 menit mengudara, sampailah di Bandara Internasional Juanda - Surabaya. Setelah Baggage Claim, akupun langsung menuju pintu keluar bandara untuk mencari bus Angkutan Damri yang akan membawaku ke Terminal Purabaya (Bungur Asih) Surabaya. Biayanya adalah Rp. 25.000, tapi karena aku ingin menyambung dengan Angkuran Kereta Api untuk Menuju ke Banyuwangi sehingga aku meminta driver bus untuk menurunkan aku di depan DTC (Darmo Trade center) Wonokromo di dekat jembatan penyeberangan. Dari situ aku jalan kaki menuju Stasiun Kereta Api Wonokromo untuk melakukan cetak tiket mandiri karena aku melakukan pemesanan secara online Tiket.com seharga Rp. 101.500. 
Karena jadwal keberangkatan kereta adalah pukul 14:36 WIB dengan waktu tiba pukul 21:15 WIB. Sehingga aku masih punya banyak waktu untuk sekedar jalan2 sambil menunggu kereta berangkat. Waktu itu pun aku gunakan untuk jalan menuju DTC Mall .. No Pict, Hoax...!!
@ DTC Mall Wonokromo

@ Monumen Wira Surya Agung

@ Icon Surabaya #PatungSura_Buaya
 
@ Kebun Binatang Surabaya Zoo

@ Taman Bungkul _ Taman Bungkul meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013
 
Dan setelah berkeliling ke pusat kota, saatnya kembali ke Stasiun Wonokromo untuk menunggu kereta. Akhirnya postingan Ketika Aku di Bali #Berangkat Part 1 cukup sampai disini dan akan dilanjutkan lagi pada postingan Ketika Aku di Bali #Berangkat Part 2  .

Terima Kasih Sahabat2

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah - INDONESIA
28 Oktober 2016

0 comments

Tentang Sahidin.com

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Hey sobat, situs blog ini adalah sebuah catatan sederhana dari kehidupan serta perjalanan seorang pria. Pria dengan segala keANEHan, keNEKATan hingga keBODOHan dalam menikmati kehidupannya. 
Petualangan dan tantangan sangatlah melekat pada diri ini, langkah sederhana yang akan membuktikan bahwa "Tekad akan menjawab segala keraguan yang orang pikirkan terhadapku"
Monumen Bom Bali

Keterangan foto :
Foto diambil di Menumen Bom Bali - Jalan Legian, Kuta, Bali at Rabu, 28 September 2016
Saat setelah check out dari hotel dan akan memulai perjalanan pulang ke Pulau Kalimantan Yang akan memakan waktu hingga 4 hari 4 malam (Rabu, 28 September 2016 - Sabtu, 01 Oktober 2016) dan Harus Sendirian....!!

Dari sekian banyak tulisan, ada saatnya nanti aku berbagi tulisan yang bukan dari catatan perjalananku semoga saja tulisan-tulisan tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca setia blog SAHIDIN.COM .

Tulisan yang sudah merekam beberapa jejak langkah sederhanaku : 
Kalau sahabat2 ingin mengenal siapa di balik blog ini. Sahabat2 dapat menghubungi melalui contact ini :
 
Facebook : sahidin
Pin BB : 24C531F0
sahidin@alumni.com
0823-5470-7517
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah - INDONESIA
28 Oktober 2016 

0 comments

Ketika Aku di Kota #Malang

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Hayy sahabat ..  kali ini aku akan melanjutkan tulisanku tentang cerita perjalanan yang merupakan bagian dari  25 Hal Yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 25 tahun . Sebelumnya aku sudah menulis tentang ✎ Ketika Aku di #KabMalang dan sekarang saatnya aku melanjutkan tulisanku tentang Kota #Malang lebih lengkapnya ✎ Ketika Aku di Kota #Malang . Beberapa waktu yang lalu, aku sudah menulis tentang rangkaian perjalanan ini. Bisa sahabat baca di :
 

Hidupku memang keras, melaluinya pun tidak akan mudah. Aku pernah berada di titik paling nyaman di hidupku, tapi aku juga pernah berulang kali jatuh..!!
Berada pada keadaan "nyaman" itu kadang membosankan, berasa kurang tantangan. Tapi berada di keadaan "sulit" itu semakin tidak nyaman. Maka dari itu, sebaiknya jangan terlena pada keadaan "Nyaman" dan jangan terlalu meratapi ketika dikeadaan "sulit"
 
Aku pernah berpegang pada suatu qoute ketika aku memulai perjalanan ini. Yaitu :
Ada saatnya kita harus keluar dari rasa "Nyaman", dan mencari titik-titik "Nyaman" yang lain.
Bukan berarti kita tidak bersyukur, akan tetapi kita bisa belajar dan mengenal diri kita yang sebenarnya serta menikmati setiap #proses didalamnya
 
Hey Kota #Malang :)
#Rabu, 10 February 2016
Di hari yang sama, aku melanjutkan perjalananku. Kota #Malang, kota tujuanku selanjutnya. Setelah cukup berjalan jauh ke kabupaten Malang menghitari kota Kepanjen dan Stadion Kanjuruhan. Aku langsung menuju ke Kota Malang, dan tujuan utamaku adalah di Alun-Alun kota Malang. Untuk menuju ke Kota Malang dari Kepanjen, aku menaiki angkutan kota sebanyak 2 kali. Sebetulnya aku "buta arah" ketika harus melalui jalur angkutan kota, biasanya aku menggunakan sepeda motor dan mengikuti banyak jalur tapi jalur yang akan aku lalui ini adalah jalur angkutan kota. Bukan jalur biasanya yang aku tempuh.
 
Tepat sebelum azan maghrib berkumandang, aku sudah tiba di depan Alun-Alun Kota Malang. Ketika menaiki jembatan penyeberangan, seketika naluri ber-selfie pun muncul. Dan kamera pun tepat mengarah ke gedung Mall Ramayana, cukup berfoto saja karena engga punya banyak waktu untuk sekedar masuk kesana. Kata netizen, Nooo Pict, Hoax...!!!
Dari jembatan penyeberangan, Alun-Alun Kota Malang.
 
Setelah itu, aku langsung masuk ke area Alun-Alun dengan langkah kakiku yang sederhana ini. Suasana sore di Kota orang, dengan hiruk-pikuknya situasi sekitar tanpa tegur-sapa. Melihat orang-orang berkumpul, muda-mudi berpasangan, anak-anak berlarian sambil menikmati sore yang semakin petang hingga lampu taman pun sudah mulai terlihat semakin terang. 
 
Aku berfikir, ketika aku "Melihat orang-orang berkumpul" (Sedangkan selama ini aku sering berada pada keadaan sendirian) , "Muda-mudi berpasangan" (Aku hampir lupa bagaimana rasanya, karena mungkin selama ini aku lebih terkesan berjuang dan bertahan hidup) , "Anak-anak berlarian" (Saat aku kecil, aku tidak sempat merasakan seperti itu).
Tapi..... Inilah Hidupku... 
Keras.... Berliku... Tapi aku sungguh menikmatinya...
 
 
Sore hari, Alun-Alun Kota Malang
 
Masjid Agung Jami` di Alun-Alun kota Malang..
 
Itu adalah Masjid Agung Jami` kota Malang, tempat aku menghabiskan waktu maghrib dan isya` ku sebelum mendapatkan penginapan. Terasa tenang saat di dalam bangunan itu.
Setelah bada` isya, aku langsung mencari penginapan di dekat Alun-Alun Kota. 
Ketika keasikan untuk melangkah, kebiasaan buruk "lupa makan" pun kembali terulang. Ternyata sejak dari berangkat tadi, aku belum makan sehingga perut terasa perih.
Sambil mencari hotel, aku sempatkan untuk makan dulu.Dan ini yang aku dapatkan...
 Sate dari Madura versi #Malang

Dan akhirnya aku menemukan hotel yang terhitung lebih murah di bandingkan dengan hotel-hotel lain disekitar itu. Yaitu Hotel MARGOSUKO yang berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40-42 Kota Malang. Dan aku menempati kamar No. 229 . No Pict, Hoax...!!
#Kunci Hotel No. 229
Kamar dengan #DoubleBed

Setelah mandi, aku pun melanjutkan langkah kembali ke Alun-Alun. Terasa dingin, karena memang keadaan habis hujan. 
#Malam Hari

Malam Hari #Lagi

Dengan waktu yang sangat-sangat relatif singkat, aku menikmati hari ini di Kota dan Kabupaten Malang. Aku harus istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk menuju kota-kota lain, masih ada Kota Surabaya yang sudah menunggu. Keesok harinya aku bangun pagi-pagi untuk pergi ke stasiun kereta api terdekat. Ternyata dengan menggunakan GPS, stasiun kereta api terdekat adalah stasiun kota baru, aku langsung menuju kesana. Dengan apa? tentu dengan berjalan kaki.
 #Tiket ke Surabaya
#Lets Goo Surabaya...


Sekian tulisan ✎ Ketika Aku di Kota #Malang, Tunggu ceritaku Ketika Aku di Kota Surabaya pada tulisanku selanjutnya yaa sahabat... 
Maaff dan Terima Kasih...


Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin 
Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah INDONESIA
09 Agustus 2016

0 comments

Ketika Aku di #KabMalang

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Hayy sahabat ..  kali ini aku akan melanjutkan tulisanku tentang cerita perjalanan yang merupakan bagian dari  25 Hal Yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 25 tahun . Sebelumnya, aku sudah menulis tentang rangkaian perjalanan ini. Bisa sahabat baca di :


 #Stadion Kanjuruhan - Malang

Setelah beberapa hari aku singgah tempat nenek di #BlitarSelatan, aku segera melanjutkan perjalanan ini. Inilah awal cerita dari semuanya, bermodalkan tekad yang kuat serta keyakinan bahwa "Niat baik ini, akan selalu menyertai setiap langkah yang akan aku  lalui dan jalani" . Aku tak takut jika nanti di tengah perjalananku ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap diriku. 
Aku tau, kejamnya dijalanan. 
Aku tau, panasnya siang.
Aku tau, dinginnya malam.
Aku tau, aku hanya "tamu" di kota orang. 
Semua itu tak membuatku takut dan menyiutkan nyali ini.. 
Tapi, satu yang aku takutkan..
Aku takut mengeluh ketika diperjalanan nanti...  
#Rabu, 10 February 2016..
Setelah selesai berpamitan, aku langsung berangkat menuju Malang. Daerah yang 3-4 tahun yang lalu aku jadikan tempat berkelana, tempat bersuka ria, tempat gila-gilaan. Bersama satu nama, satu julukan dan satu salam " AREMA, AREMANIA, Salam Satu Jiwa".
Dulu aku rela bolos kuliah, aku rela kehujanan, aku rela kepanasan, aku rela tidur di jalan, aku rela jalan kaki sekitar 10 km untuk sampai disana. Berbaur dengan sekitar lebih dari 40.000 Orang. Iyaaa, di Stadion Kanjuruhan - Malang.. Atas satu nama "AREMA".

#Bendungan Karangkates ( SUTAMI )- Malang
Aku mampir beberapa menit di Bendungan yang dikelola oleh PJB (PT Pembangkitan Jawa-Bali) serta merupakan pembangkit listrik dengan daya 3 x 35.000 kWh (488 juta kWh/tahun) ini. #No Picture, Hoax ??

 Dengan #TiketMasuk

 #Background Bendungan

#Stadion Kanjuruhan - Malang 
Setelah dari bendungan karang kates, aku pun melanjutkan perjalanan menuju ke Stadion Kanjuruhan Malang. Yang merupakan Base Camp dari team Arema Indonesia (Cronous), team Kebanggaanku sebagai Aremania. Untuk sampai ke Lokasi Stadion, aku berjalan kaki dari perempatan jalur bus sejauh 10 km lebih. Dengan cuaca yang sangat panas. Aku jadi teringat 3-4 tahun yang lalu. Hal seperti ini aku lakukan setiap ada pertandingan AREMA di Kanjuruhan, berangkat Pagi naik bus padahal kick off nya pukul 18:00 wib dan pulangnya larut malam sampai rela tidur dijalan karena pintu gerbang kostan sudah terkunci. Uang untuk beli tiket hasil dari menabung dengan cara menekan uang makan. #No Picture, Hoax ??
 #Melewati kantor bupati malang

#Dari Gapura Stadion Kanjuruhan Malang

Setelah mendapatkan izin dari pihak pengelola stadionKanjuruhan Malang, aku pun langsung masuk. 
#Masih dengan syal, jaket, kaos dan ditemani senjata rahasia ( TongSis ) yang sama

 #Kalau AREMA lagi bertanding, engga mungkin bisa sedekat ini sama rumput lapangan..

#Tribun07 bawah papan skor yang menjadi tempat favoritku ketika menonton AREMA, disini aku pernah tertawa lepas, berteriak sekeras-kerasnya diantara puluhan ribu suporter.. Demi satu nama AREMA...

 

 #Dari tribun bawah skor

 #Dari pinggir lapangan..

 #Dari tribun 15 


Dan inilah jejak langkah kaki kecil ku, kaki sederhanaku di kabupaten #Malang

Sekian tulisan Ketika Aku di #KabMalang , Tunggu ceritaku Ketika Aku di #KotaMalang pada tulisanku selanjutnya yaa sahabat... 
Maaff dan Terima Kasih...


Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin 
Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah INDONESIA
12 Juni 2016

0 comments
 
Support : Maskolis | Mas Sahidin
Copyright © 2012. sahidin.com | sebuah catatan pria Bodoh ♂ °❤° - All Rights Reserved
Created by Maskolis | Mas Sahidin Published by Mastemplate
Proudly powered by Blogger