Ketika Aku di Kota #Malang

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Hayy sahabat ..  kali ini aku akan melanjutkan tulisanku tentang cerita perjalanan yang merupakan bagian dari  25 Hal Yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 25 tahun . Sebelumnya aku sudah menulis tentang ✎ Ketika Aku di #KabMalang dan sekarang saatnya aku melanjutkan tulisanku tentang Kota #Malang lebih lengkapnya ✎ Ketika Aku di Kota #Malang . Beberapa waktu yang lalu, aku sudah menulis tentang rangkaian perjalanan ini. Bisa sahabat baca di :
 

Hidupku memang keras, melaluinya pun tidak akan mudah. Aku pernah berada di titik paling nyaman di hidupku, tapi aku juga pernah berulang kali jatuh..!!
Berada pada keadaan "nyaman" itu kadang membosankan, berasa kurang tantangan. Tapi berada di keadaan "sulit" itu semakin tidak nyaman. Maka dari itu, sebaiknya jangan terlena pada keadaan "Nyaman" dan jangan terlalu meratapi ketika dikeadaan "sulit"
 
Aku pernah berpegang pada suatu qoute ketika aku memulai perjalanan ini. Yaitu :
Ada saatnya kita harus keluar dari rasa "Nyaman", dan mencari titik-titik "Nyaman" yang lain.
Bukan berarti kita tidak bersyukur, akan tetapi kita bisa belajar dan mengenal diri kita yang sebenarnya serta menikmati setiap #proses didalamnya
 
Hey Kota #Malang :)
#Rabu, 10 February 2016
Di hari yang sama, aku melanjutkan perjalananku. Kota #Malang, kota tujuanku selanjutnya. Setelah cukup berjalan jauh ke kabupaten Malang menghitari kota Kepanjen dan Stadion Kanjuruhan. Aku langsung menuju ke Kota Malang, dan tujuan utamaku adalah di Alun-Alun kota Malang. Untuk menuju ke Kota Malang dari Kepanjen, aku menaiki angkutan kota sebanyak 2 kali. Sebetulnya aku "buta arah" ketika harus melalui jalur angkutan kota, biasanya aku menggunakan sepeda motor dan mengikuti banyak jalur tapi jalur yang akan aku lalui ini adalah jalur angkutan kota. Bukan jalur biasanya yang aku tempuh.
 
Tepat sebelum azan maghrib berkumandang, aku sudah tiba di depan Alun-Alun Kota Malang. Ketika menaiki jembatan penyeberangan, seketika naluri ber-selfie pun muncul. Dan kamera pun tepat mengarah ke gedung Mall Ramayana, cukup berfoto saja karena engga punya banyak waktu untuk sekedar masuk kesana. Kata netizen, Nooo Pict, Hoax...!!!
Dari jembatan penyeberangan, Alun-Alun Kota Malang.
 
Setelah itu, aku langsung masuk ke area Alun-Alun dengan langkah kakiku yang sederhana ini. Suasana sore di Kota orang, dengan hiruk-pikuknya situasi sekitar tanpa tegur-sapa. Melihat orang-orang berkumpul, muda-mudi berpasangan, anak-anak berlarian sambil menikmati sore yang semakin petang hingga lampu taman pun sudah mulai terlihat semakin terang. 
 
Aku berfikir, ketika aku "Melihat orang-orang berkumpul" (Sedangkan selama ini aku sering berada pada keadaan sendirian) , "Muda-mudi berpasangan" (Aku hampir lupa bagaimana rasanya, karena mungkin selama ini aku lebih terkesan berjuang dan bertahan hidup) , "Anak-anak berlarian" (Saat aku kecil, aku tidak sempat merasakan seperti itu).
Tapi..... Inilah Hidupku... 
Keras.... Berliku... Tapi aku sungguh menikmatinya...
 
 
Sore hari, Alun-Alun Kota Malang
 
Masjid Agung Jami` di Alun-Alun kota Malang..
 
Itu adalah Masjid Agung Jami` kota Malang, tempat aku menghabiskan waktu maghrib dan isya` ku sebelum mendapatkan penginapan. Terasa tenang saat di dalam bangunan itu.
Setelah bada` isya, aku langsung mencari penginapan di dekat Alun-Alun Kota. 
Ketika keasikan untuk melangkah, kebiasaan buruk "lupa makan" pun kembali terulang. Ternyata sejak dari berangkat tadi, aku belum makan sehingga perut terasa perih.
Sambil mencari hotel, aku sempatkan untuk makan dulu.Dan ini yang aku dapatkan...
 Sate dari Madura versi #Malang

Dan akhirnya aku menemukan hotel yang terhitung lebih murah di bandingkan dengan hotel-hotel lain disekitar itu. Yaitu Hotel MARGOSUKO yang berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 40-42 Kota Malang. Dan aku menempati kamar No. 229 . No Pict, Hoax...!!
#Kunci Hotel No. 229
Kamar dengan #DoubleBed

Setelah mandi, aku pun melanjutkan langkah kembali ke Alun-Alun. Terasa dingin, karena memang keadaan habis hujan. 
#Malam Hari

Malam Hari #Lagi

Dengan waktu yang sangat-sangat relatif singkat, aku menikmati hari ini di Kota dan Kabupaten Malang. Aku harus istirahat dan mengumpulkan tenaga untuk menuju kota-kota lain, masih ada Kota Surabaya yang sudah menunggu. Keesok harinya aku bangun pagi-pagi untuk pergi ke stasiun kereta api terdekat. Ternyata dengan menggunakan GPS, stasiun kereta api terdekat adalah stasiun kota baru, aku langsung menuju kesana. Dengan apa? tentu dengan berjalan kaki.
 #Tiket ke Surabaya
#Lets Goo Surabaya...


Sekian tulisan ✎ Ketika Aku di Kota #Malang, Tunggu ceritaku Ketika Aku di Kota Surabaya pada tulisanku selanjutnya yaa sahabat... 
Maaff dan Terima Kasih...


Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin 
Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah INDONESIA
09 Agustus 2016

0 comments

Ketika Aku di #KabMalang

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Hayy sahabat ..  kali ini aku akan melanjutkan tulisanku tentang cerita perjalanan yang merupakan bagian dari  25 Hal Yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 25 tahun . Sebelumnya, aku sudah menulis tentang rangkaian perjalanan ini. Bisa sahabat baca di :


 #Stadion Kanjuruhan - Malang

Setelah beberapa hari aku singgah tempat nenek di #BlitarSelatan, aku segera melanjutkan perjalanan ini. Inilah awal cerita dari semuanya, bermodalkan tekad yang kuat serta keyakinan bahwa "Niat baik ini, akan selalu menyertai setiap langkah yang akan aku  lalui dan jalani" . Aku tak takut jika nanti di tengah perjalananku ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap diriku. 
Aku tau, kejamnya dijalanan. 
Aku tau, panasnya siang.
Aku tau, dinginnya malam.
Aku tau, aku hanya "tamu" di kota orang. 
Semua itu tak membuatku takut dan menyiutkan nyali ini.. 
Tapi, satu yang aku takutkan..
Aku takut mengeluh ketika diperjalanan nanti...  
#Rabu, 10 February 2016..
Setelah selesai berpamitan, aku langsung berangkat menuju Malang. Daerah yang 3-4 tahun yang lalu aku jadikan tempat berkelana, tempat bersuka ria, tempat gila-gilaan. Bersama satu nama, satu julukan dan satu salam " AREMA, AREMANIA, Salam Satu Jiwa".
Dulu aku rela bolos kuliah, aku rela kehujanan, aku rela kepanasan, aku rela tidur di jalan, aku rela jalan kaki sekitar 10 km untuk sampai disana. Berbaur dengan sekitar lebih dari 40.000 Orang. Iyaaa, di Stadion Kanjuruhan - Malang.. Atas satu nama "AREMA".

#Bendungan Karangkates ( SUTAMI )- Malang
Aku mampir beberapa menit di Bendungan yang dikelola oleh PJB (PT Pembangkitan Jawa-Bali) serta merupakan pembangkit listrik dengan daya 3 x 35.000 kWh (488 juta kWh/tahun) ini. #No Picture, Hoax ??

 Dengan #TiketMasuk

 #Background Bendungan

#Stadion Kanjuruhan - Malang 
Setelah dari bendungan karang kates, aku pun melanjutkan perjalanan menuju ke Stadion Kanjuruhan Malang. Yang merupakan Base Camp dari team Arema Indonesia (Cronous), team Kebanggaanku sebagai Aremania. Untuk sampai ke Lokasi Stadion, aku berjalan kaki dari perempatan jalur bus sejauh 10 km lebih. Dengan cuaca yang sangat panas. Aku jadi teringat 3-4 tahun yang lalu. Hal seperti ini aku lakukan setiap ada pertandingan AREMA di Kanjuruhan, berangkat Pagi naik bus padahal kick off nya pukul 18:00 wib dan pulangnya larut malam sampai rela tidur dijalan karena pintu gerbang kostan sudah terkunci. Uang untuk beli tiket hasil dari menabung dengan cara menekan uang makan. #No Picture, Hoax ??
 #Melewati kantor bupati malang

#Dari Gapura Stadion Kanjuruhan Malang

Setelah mendapatkan izin dari pihak pengelola stadionKanjuruhan Malang, aku pun langsung masuk. 
#Masih dengan syal, jaket, kaos dan ditemani senjata rahasia ( TongSis ) yang sama

 #Kalau AREMA lagi bertanding, engga mungkin bisa sedekat ini sama rumput lapangan..

#Tribun07 bawah papan skor yang menjadi tempat favoritku ketika menonton AREMA, disini aku pernah tertawa lepas, berteriak sekeras-kerasnya diantara puluhan ribu suporter.. Demi satu nama AREMA...

 

 #Dari tribun bawah skor

 #Dari pinggir lapangan..

 #Dari tribun 15 


Dan inilah jejak langkah kaki kecil ku, kaki sederhanaku di kabupaten #Malang

Sekian tulisan Ketika Aku di #KabMalang , Tunggu ceritaku Ketika Aku di #KotaMalang pada tulisanku selanjutnya yaa sahabat... 
Maaff dan Terima Kasih...


Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin 
Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah INDONESIA
12 Juni 2016

0 comments

Ketika Aku di #Blitar Selatan

Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Ini adalah lanjutan tulisanku saat melakukan perjalanan ke Pulau Jawa. Setelah sebelumnya aku telah mengunjungi tempat nenek (orang tua dari bapakku) yang berada di Lumajang - Jawa Timur yaitu di dusun Dampar, desa Bades, kecamatan Pasirian, kabupaten Lumajang, provinsi Jawa Timur. 



Kali ini tujuanku berikutnya adalah .. Kabupaten Blitar, yang sering orang menyebutnya #BlitarSelatan. Lebih tepatnya di daerah Dusun Selok Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur yang tidak lain adalah rumah nenek (ibu dari ibuku).  Memang kedua kakek (dari bapak maupun ibuku) sudah meninggal. Kakek dari bapakku meninggal sebelum aku lahir, dan kakek dari ibu ku meninggal sejak beberapa tahun yang lalu. 

Perlu diingat, tujuan pertamaku kali ini adalah ke kabupaten Blitar bukan kota Blitar tapi pada bagian ini aku hanya sekedar lewat saja ketika ke kota. Niat awalnya hanya untuk mengunjungi tempat tinggal nenek serta kerabat-kerabat disana #BlitarSelatan bersama bapak. Nanti akan ada waktunya sendiri untuk mengunjungi Kota Blitar, tempat dimana sahabat-sahabatku tinggal dan berkumpul disana.

#Berangkat
Aku berangkat dari Lumajang sekitar pukul 08:15 wib, dengan mengendarai dua sepeda motor. Setelah berpamitan, kami langsung berangkat menuju ke daerah Dusun Ngrawan, Desa Tempursari, Kec. Tempursari, Kabupaten Lumajang. Akan tetapi, kami terlebih dahulu berziarah ke Makam Kakek yang memang tempat pemakamannya satu arah menuju ke dusun Ngrawan. Memang setiap kali kami berkunjung ke Lumajang, kami selalu menyempatkan waktu untuk berziarah ke makam kakek. 
Untuk mencapai ke lokasi makam, kami pun mharus menyusuri jalan-jalan perkebunan kakao (kopi coklat) dan kelapa serta harus jalan kaki menyeberang sungai kecil dan naik-turun bukit. Sebagian hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Waktu itu musim penghujan, jadi medannya pun lumayan licin dan sepatuku pun harus aku lepas.

Setelah selesai berziarah, kami pun melanjutkan perjalanan. Jalan yang kami lalui adalah jalan perbukitan, karena kami memang berada dipesisir laut selatan. 
  • Sebelah kanan kami adalah bukit-bukit tinggi dengan batu-batu besar berada diatas kami. Yang seakan-akan siap "menetesi" kita yang berada dibawahnya.  Walaupun jalannya sudah diaspal, tapi faktanya jalan ini tidak bisa dikatakan bagus karena masih banyak lubang yang siap menghantam ban motor kami jika lalai. Ditambah lagi ini merupakan daerah perbukitan, jadi jalannya naik-turun serta berkelok mengikuti arah tebing. Daerah ini pun rawan terjadi longsor, apalagi disaat musim penghujan seperti sekarang ini. 
  • Sebelah kiri kami adalah jurang-jurang dengan kedalaman yang bisa dikatakan lumayan. Lumayan untuk menghancurkan rentetan gerbong kereta api mudik lebaran, jika sampai masuk ke jurang itu. Banyak sekali yang tidak terdapat pembatas jalannya dan mungkin jika pada malam hari daerah ini akan gelap gulita karena jika diamati tidak terdapat lampu penerang jalan di sepanjang jalan bertebing ini. Ngeri banget kan... :-D
Tapi disamping jalur yang mengerikan ini, terdapat pemandangan yang sangat menakjubkan. Pesisir laut selatan dengan garis pantai yang memanjang. Laut lepas yang bagaikan tak bertepi, dihiasi dengan ombak-ombak yang saling berkejar-kejaran untuk mencapai tepi pantai. Ini adalah ciri khas pantai laut selatan.
Ditengah perjalanan, terdapat suatu tempat yang biasa dimanfaatkan oleh kebanyakan oarang untuk sekedar melepas lelah. Masyarakat setempat menyebutnya "Watu Godek" .


Foto : Watu Godek dari atas. Kerenkan Jalannya pinggir laut broo..
sumber: IG 
 Foto: Rute diatas tebing
Biasanya tempat itu selalu ramai, iyaaa.. ramai orang berteduh melepas lelah ditengah perjalanan serta berfoto-foto.

Saat kami berhenti disini, cuaca masih lumayan cerah. Tetapi beberapa saat kemudian tiba-tiba langit mendung. Memang daerah ini cuacanya tidak menentu, keadaan panas pun bisa tiba-tiba hujan. Sangat susah ditebak.

Kami pun melanjutkan perjalanan kembali, tapi belum sampai ditempat tujuan yang hanya tinggal beberapa kilometer lagi hujan pun turun. Lagi-lagi cuacanya extreme, langsung disambut hujan di perjalanan. Karena hujan lumayan lebat, kami pun memutuskan untuk berteduh di pos ronda pinggir jalan. Ketika berangkat cuaca memang cerah, kami pun sama sekali tidak mempersiapkan jas hujan sebelumnya. Setelah hujan agak reda, kami pun langsung melanjutkan perjalanan, beberapa saat kemudian kami pun sampai di tempat tujuan untuk sekedar menginap satu malam. Esok harinya kami berpamitan lagi untuk melanjutkan perjalanan ke kabupaten Blitar dengan naik Mini Bus dari Lumajang - Malang tapi mini bus kami sempat putar balik jalur, karena ada jalur yang tidak bisa dilalui sebab longsor dan ada batu besar yang melintang di jalan raya. 

#Singkat Cerita 
Pukul 13:22 wib, kami pun sampai di Blitar. terakhir rute bus adalah turun di brongkos - kesamben. Kami melanjutkan dengan naik ojek, beberapa puluh menit kemudian kami tiba di tempat tujuan utama. Yaitu di tempat nenek (ibu dari ibuku), di daerah Dusun Selok Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur.

Setelah tiba, akupun langsung istirahat sejenak.  Kemudian aku mengunjungi kerabat-kerabat terdekat untuk bersilahturahmi. Karena aku hanya punya waktu 2 hari disini.
Esok harinya, aku langsung On The Way ke salah satu tempat wisata didaerah ini yaitu Pantai Jolosutro yang merupakan sebuah pantai yang berada di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.  Aku bersama keponakanku ( anak dari bibiku). Dan ini hasil jeprat-jepretan nya ..hehee


Inilah indahnya #BlitarSelatan

 #Kalimantan, dapat salam dari #Blitar

 #Unjuk Gigi :-D

 Background Laut lepas broo..


Itu yang di belakang adalah keponakanku..


Ini jejakku di #Blitar

 Di perjalanan pulang #Freedom

Setelah puas menikmati alam, kami berdua lanjut ke daerah kota. Memang terlihat gila, karena kami harus putar balik arah dan jaraknya pun cukup jauh. Dikota Blitar, kami berdua hanya mengunjungi alun-alun kota saja. 


 Dari depan alun-alun...

Ke tengah alun-alun...

 Sampai belakang alun-alun..

Setelah itu kami langsung pulang karena cuaca sedikit tidak bersahabat dan waktu juga sudah mulai petang.
Esok harinya akupun pun berpamitan dengan bapak, nenek serta keluarga di Blitar. Aku bilang bahwa aku akan ke Malang, Surabaya, balik lagi ke Blitar tapi tidak ke binangun karena akan menginap di kota, lanjut ke Jogja, lalu Bandung, jakarta dan Balik lagi ke Pangkalan Bun - Kalimantan Tengah.

Dari sini aku dan bapak akan berpisah. Aku harus melanjutkan perjalananku. Sedangkan bapak, akan menyelesaikan urusannya terlebih dahulu kemudian akan pulang ke Lampung.

Setidaknya aku sudah lega, dapat mempertemukan bapak dengan nenek serta keluarga beliau di Jawa ( Lumajang-Blitar).
Aku hanya dapat memberikan hal yang sangat kecil itu kepada beliau, dan mungkin tak seberapa nilainya. Tapi itu semua adalah hasil dari keringatku, hasil dari setiap lelahku sendiri yang aku kumpulkan di negri perantauan #kalimantan.
Muali dari ongkos Lampung-Lumajang, Uang saku, Lumajang-Blitar hingga beliau pulang nanti InsyaAllah itu murni dari hasil keringatku sendiri. 


 Bonus untuk #Blitar

Oke dehh, pagi harinya kau langsung On The Way ke #Malang....
Tunggu ceritaku selanjutnya yaaa... 
Please Stay On www.sahidin.com ..... 
 

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin 

Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah INDONESIA
15 Mei 2016
0 comments
 
Support : Maskolis | Mas Sahidin
Copyright © 2012. sahidin.com | sebuah catatan pria Bodoh ♂ °❤° - All Rights Reserved
Created by Maskolis | Mas Sahidin Published by Mastemplate
Proudly powered by Blogger