Tujuan Hidup Menurut Al-Qur`an

Mas Sahidin | Sunday, January 13, 2013 |

 Alquran telah menerangkan kepada kita  tujuan hidup dan berbagai keinginan manusia dalam kehidupan ini. Pertama, Alquran menjelaskan bahwa sebagian manusia menjadikan makan dan kesenangan sebagai tujuan hidupnya. Allah SWT berfirman,
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ (١٢)

   ... dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.(QS. Muhammad: 12)
Kedua, Alquran juga menjelaskan bahwa sebagian manusia menjadikan perhiasan dan kekayaan sementara sebagai tujuan hidupnya. Allah SWT berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (١٤)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Āli ‘Imrān: 14). 
Ketiga, Alquran juga menjelaskan bahwa sebagian manusia menjadikan hidupnya untuk menyulut fitnah dan menyuburkan kejahatan. Mereka adalah orang-orang yang disebut dalam firman AllahTa’ālā, Surat al-Baqarah: 204—205,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (٢٠٤)
وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْفَسَادَ (٢٠٥)

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.

(Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan selalu mengadakan kekacauan).
        Itulah beberapa tujuan manusia dalam kehidupan ini. Allah SWT telah membersihkan kaum mukmin dari tujuan-tujuan itu, membebaskan mereka darinya, memberikan tugas yang lebih mulia kepada mereka daripada tujuan-tujuan tersebut, dan menetapkan kewajiban yang lebih luhur di atas pundak mereka. Tugas mulia serta kewajiban luhur yang dimaksud adalah menunjukkan manusia kepada kebenaran, membimbing mereka ke jalan kebaikan, dan menerangi seluruh penjuru dunia dengan matahari Islam. Itulah makna firman Allah Jalla wa ‘Alā,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٧٧) وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (٧٨)

Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu (maksudnya: dalam Kitab-Kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW), dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.(QS. Al-ajj: 77—78).

       Artinya, Alquran menjadikan kita—kaum Muslim—sebagai penanggung jawab umat manusia yang lalai serta memberikan kepada mereka hak kepemimpinan serta kekuasaan atas dunia untuk menunaikan tanggung jawab yang mulia itu. Dari sini, kita dapat mengetahui bahwa, secara politis, kekuasaan itu sebenarnya adalah hak kaum Mukmin, bukan hak yang lainnya. Kekuasaan itu mestinya dipersembahkan untuk menegakkan peradaban Islam, bukan untuk memperkokoh peradaban materialisme.
Dalam QS an-Nur, ayat 55, kembali Allah menegaskan hal itu dengan gamblang,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (٥٥)

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang  telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
       Selanjutnya, Allah menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan yang mulia itu, seorang mukmin menjual jiwa dan hartanya kepada Allah, sehingga ia merasa pemilik sejati dari jiwa dan hartanya tersebut bukan lagi dirinya, melainkan Allah SWT. Kedua sarana itu—jiwa dan harta—telah menjadi wakaf untuk keberhasilan tugas-suci kehidupan seorang mukmin dan tersampikannya hidayah Islam kepada hati manusia. Itulah makna firman Allah SWT dalam QS. at-Tawbah: 111,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ...
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka ....
       Oleh karena itu, kita menyaksikan dari generasi terbaik dari umat ini dan generasi terbaik yang datang sesudahnya orang-orang yang mewakafkan apa yang ada padanya, bahkan dunianya, untuk dakwah agar mendapatkan kenikmatan akhirat sebagai balasan atas pengorbanannya.
       Pertanyaannya sekarang: di mana posisi kita—kaum muslim hari ini—dari tujuan suci yang digambarkan Allah yang disebutkan tadi? Demi Allah, wahai Saudara-saudaraku yang mulia, apakah kita telah memahami makna itu dari Alquran sehingga jiwa kita menjadi mulia, ruh kita membumbung tinggi, terbebas dari perbudakan materialisme, terbersihkan dari syahwat dan hawa-nafsu, terhindar dari tujuan-tujuan rendah, wajah kita terarahkan dengan lurus kepada Allah, Pencipta langit dan bumi... menegakkan kalimat Allah, menyebarkan agama-Nya, dan membela syariat-Nya? Ataukah kita justeru berada di barisan orang-orang yang menjadi tawanan syahwat serta budak nafsu dan keserakahan, di mana yang mereka pikirkan setiap harinya hanyalah makanan lezat, kendaraan megah, perhiasan mewah, tidur yang menyenangkan, istri cantik, penampilan palsu, dan gelar-gelar kosong? Ibarat ungkapan syair,
                  رَضوا بالأمانى وابتلّوا بحظوظهـم                      
(Mereka puas dengan angan
dan merasa telah mendapatkan untung
Sungguh benar Rasulullah SAW yang bersabda,
تَعِسَ عبــدُ الدينار، تعس عبــد الدرهــم، تعس عبــد القَطيفـــة
(Celakalah hamba dinar... Celakalah hamba dirham... Celakalah hamba selimut).
✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍✍
Judul: Tujuan Hidup Menurut Al-Qur`an
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Mas Sahidin

☞ ℬagikan ℳ elalui ☜♡☞
 
Support : Maskolis | Mas Sahidin
Copyright © 2012. sahidin.com | sebuah catatan pria Bodoh ♂ °❤° - All Rights Reserved
Created by Maskolis | Mas Sahidin Published by Mastemplate
Proudly powered by Blogger