Perjalananku Mengejar Cinta ke Ibu kota Jakarta

Mas Sahidin | Sunday, November 15, 2015 |
Assalamualaikum wr.wb لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl 
sahidin.com | ini adalah kisah perjalananku mengejar cinta ke ibukota "JAKARTA" tepatnya di daerah Cipinang Timur Raya - Jakarta Timur,  saat itu saya dari kota Blitar - Jawa Timur karena saya sedang melanjutkan kuliah yang akhirnya kandas setelah saya melakukan pejalanan ini. Hanya berbekal niat dan ongkos yang pas-pas`an serta informasi perjalanan hotel maupun peta Jakarta Timur yang saya dapatkan dari browsing internet hingga akhirnya saya berangkat ke Jakarta menggunakan jasa Lorena yang saya pesan 2 hari sebelumnya di kantor perwakilan Lorena Jl. Bali No. 119 kota Blitar. Saat itu memang bukan waktu libur kuliah ataupun waktu liburan melainkan aktif perkuliahan sehingga terhitung 1 minggu saya memberanikan diri Absen dari kuliah tanpa keterangan dan tidak ada yang tau bahwa saya pergi ke Jakarta. 

Sebenarnya siapa yang saya kejar sampai ke Jakarta ?? Dia adalah Yohana Dewi biasa saya panggil "hana". Apakah dia cinta pertamaku ?? Bukan cinta pertama bagiku tapi dia adalah cinta SMA ku, Dia  adalah seseorang yang bisa membuat aku melakukan segalanya, seseorang yang dapat memberiku alasan kenapa harus berjuang dan bertahan di dunia ini saat keluarga dan lingkunganku tak menginginkan aku, Dia adalah segalanya bagi hidup dan matiku. Saat itu Yohana Dewi sedang kuliah di Akademi Kebidanan Al-Fathonah Jl.Cipinang Timur Raya No.58 Jakarta Timur Jakarta Timur, dia sama seperti saya yaitu sama-sama anak perantauan dari Lampung tepatnya dari daerah Mesuji. Dulu kami berdua sekolah di satu yayasan yang sama yaitu Yayasan Pendidikan Islam - Al Iman daerah Unit 2 Tulang Bawang Prov Lampung hanya kita beda gedung dan beda kelompok jurusan. Jika saya tulis mengenai masa-masa itu mungkin membutuhkan waktu yang lumayan lama.

Waktu itu saya menginap di Hotel New Idola di kamar No. 119 berada di jalan Pramuka yang entah kebetulan atau bagaimana, nomor itu sama dengan nomor alamat tempat saya berangkat menuju ke Jakarta yaitu Jl. Bali No. 119 kota Blitar. hotel New Idola adalah alternatif terakhir saya menginap karena dekat terminal Rawamangun dan juga murah. Taukah ?? saat saya berangkat dan tiba di Jakarta, si dia tidak bisa dihubungi sama sekali. Handphone tidak aktif dan inbox facebook pun hanya di read tanpa dibalas hingga membuat saya bingung. Waktu, Kuliah serta kondisi kesehatanku saat itu rela aku pertaruhkan demi si dia. Hingga akhirnya saya putus kuliah di tahun ajaran baru karena uang yang seharusnya untuk kuliah itu malah habis untuk biaya berobat dan perjalanan ke Jakarta itu. 
Di Jakarta saya tidak bertemu dengan si dia, selama 3 hari saya coba menunggu kabar dari dia siang dan malam. Akan tetapi semuanya tidak ada titik terang. Hingga saya nekat pada hari terakhir sebelum pulang ke Blitar, saya mencari kampus dimana si dia kuliah dan alhamdulilah alamatnya ketemu walaupun harus menyewa taksi dan tanya sana-sini. Akan tetapi saya lagi-lagi tidak bisa bertemu dengannya, kata security dia kenal sama si dia "Yohana Dewi" anak dari Lampung tapi dia lagi kuliah dan saya tidak di perbolehkan bertemu. Akhirnya saya hanya bisa menitipkan sesuatu untuk si dia walaupun sampai saat ini saya tidak tahu, apakah titipan itu sampai atau tidak. Seingat saya dia pernah sms atau inbox facebook waktu saya masih di Jakarta isi pesan singkatnya kalau tidak salah "Mulai sekarang jangan hubungi hana lagi". 

Pria mana yang tidak sakit hatinya jika di posisi ini, saat semua rela dipertaruhkan demi si dia. Hari itu setelah dari Kampus si dia, saya langsung pulang menuju Blitar via Rawamangun karena tiket juga sudah saya pesan 1 hari sebelumnya. Setidaknya aku sudah memenuhi janjiku untuk "Menyusul si dia ke Jakarta" walaupun saya tidak dapat bertemu si dia dan mendapat perlakuan seperti ini. Saya pun selalu sadar, siapa saya dan siapa dia ??  
Itulah sedikit cerita perjalananku saat mengejar cinta ke ibu kota. Saat ini hubungan saya dengan hana kembali seperti dulu lagi, seperti kejadian itu. Walaupun kita bukan berstatus pasangan, tapi saya tetap senang. Mungkin inilah dampak dari ketulusan itu sendiri yang tidak mementingkan status hubungan kita melainkan bagaimana cara kita untuk slalu bisa bersama dia. Ketika 2-3 bulan setelah perjalanan itu saya berinisiatif untuk menghubungi si dia dan anehnya saya sudah terlalu hafal nomor handphone dia jadi walaupun nomornya sempat saya hapus, saya bisa menghubunginya kembali dan akhirnya bisa. Dia menjelaskan waktu itu dia sedang sakit parah dan akhirnya pulang ke Lampung untuk berobat serta penyembuhan. Saat itu saya malah sangat kecewa dan malu, kenapa saya tidak tahu. 

Update: 

Ketika semua yang telah aku lalui dan aku korbankan, hingga suatu keputusan untuk tidak lagi mengejarmu. Hidupku memang bukan dengan mu, Hidupku ataupun hidupmu akan berjalan sebagaimana mestinya walaupun tanpa kita bersama. 
Selengkapnya bisa lihat tulisan ini => Sekarang, Saatnya Aku Melupakanmu




Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh : وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Judul: Perjalananku Mengejar Cinta ke Ibu kota Jakarta
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Mas Sahidin

☞ ℬagikan ℳ elalui ☜♡☞

+ comments + 1 comments

October 1, 2014 at 2:17 PM

Sama Juga Selera Perempuannya Yg Pakai Jilbab Nih :D

Http://blogger-newbie10.blogspot.com

 
Support : Maskolis | Mas Sahidin
Copyright © 2012. sahidin.com | sebuah catatan pria Bodoh ♂ °❤° - All Rights Reserved
Created by Maskolis | Mas Sahidin Published by Mastemplate
Proudly powered by Blogger