Saat Aku di #Lumajang - Jawa Timur

Mas Sahidin | Sunday, May 15, 2016 | |
Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Sudah satu bulan lebih aku tidak menulis di blog ini, berasa kangen banget. Karena bagiku, salahsatu hal yang enggak pernah membuat aku bosan adalah "Menulis". Hampir tiap minggu aku membuat draft, tapi kenyataannya hanya sebagian saja yang terpublish.

Intermezzo :
Sekedar ingin kasih tahu, kalau sahabat
2 ingin mengenal siapa di balik blog ini. Sahabat2 dapat menghubungi melalui contact ini :
Google+ : +Mas Sahidin
Youtube : Mas Sahidin
Fanspage : sahidin.com
Facebook : sahidin
Pin BB : 24C531F0
sahidin@alumni.com
0823-5470-7517

Okee.. Masih dalam lanjutan tulisanku dalam rangka " 25 Hal Yang Ingin Saya Lakukan Sebelum Usia 25 tahun ".  
Sudah tiba di Bandara Internasional Juanda - Surabaya dan sudah bilang Welcome Pulau Jawa. Lalu sekarang saatnya lanjut melangkah lagi...
Setibanya dibandara setelah turun dari pesawat paling akhir dan setelah melewati lorong-lorong bandara, sesuatu yang pertama kali aku cari  adalah ..
Tas di Baggage Claim  ?? Bukan ...
Ruang Tunggu ?? Bukan ...
Makanan, Minuman ?? Bukan ...
Reservasi Taksi ?? Bukan ... 

Lalu apa ?? woless dulu broo..
Dan sesuatu yang pertama kali aku cari ketika sampai di Bandara Internasional Juanda - Surabaya adalah ..

Toilet ..!! atau bahasa kerennya WC ( water closet ).

Hehehe.. Maklum broo, dari pagi hari enggak bisa buang air. 
Tak disangka, toilet bandara itu suaranya seperti di tempat wisata air terjun malah mungkin bisa dibilang seperti Pesisir Pantai Selatan. Suara airnya bagaikan "air yang jatuh bebas dari ketinggian karena gaya gravitasi bumi , diterpa angin yang membawa ombak pantai laut selatan untuk sampai didaratan". Entah berapa debit air yang mengalir perdetik nya ketika tiap-tiap penumpang menggunakannya. Pasti enggak nyambung? Lanjut dehh .. hehe

Inilah untungnya kalau menunggu Tas di Baggage Claim dengan cara memanfaatkan toilet disebelahnya. Sekali tepuk, dua lalat. Buang air selesai, tas pun sudah parkir di pojokan..

Selanjutnya aku langsung menuju pintu keluar, dan entah itu kebetulan atau memang aku yang beruntung. Tanpa aku menunggu, Bus Angkutan Khusus Bandara yang akan menuju ke Terminal Bus Purabaya atau lebih dikenal dengan sebutan BungurAsih sudah siap berangkat berangkat dan aku menjadi penumpang terakhir yang naik


Itu merupakan karcis Bus dari Bandara Internasional Juanda ke Terminal BungurAsih Surabaya dengan harga Rp. 25.000. Setelah beberapa puluh menit, aku tiba di terminal ini. Tempat pertama kali untuk menginjakkan kaki di Surabaya sekitar 3 tahun yang lalu, kesana-kemari mencari pekerjaan.
Setelah turun dari Bus, aku sedikit bingung akan lorong-lorong di dalam terminal. Alhasil, aku malah kena calo terminal. Aku dibawa oleh calo-calo itu yang berjumlah 2 orang ke sebuah loket yang sepi. Uang Rp.120.000 pun raip, tapi bagiku semua itu lebih baik daripada terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan. Untungnya memang aku dicarikan Bus, akan tetapi bus itu harganya setengah dari uang yang mereka minta. Aku hanya berfikir sederhananya, aku beramal
Sahabat2 pasti sedikit banyak tau, bagaimana situasi di sekitar Terminal BungurAsih.
Setidaknya aku baik-baik saja karena aku disini hanya seorang pendatang di negri orang. Ini aku jadikan pengalaman saja..hehee
Oke, aku naik bus yang mengarah ke Lumajang. Yaitu bus jurusan Jember. Seperti pada umumnya, bus yang melayani rute antar kota dengan budget minimal. Aku melewati rute Surabaya-Pasuruan-Probolinggo dan Terakhir Lumajang.

Aku turun di Terminal Wonorejo - Lumajang, dari situ aku lanjut mencari bus Jurusan Dampit-Malang. Karena memang daerah yang akan aku tuju adalah merupakan daerah pesisir laut selatan. Setelah menunggu lumayan lama, akupun mendapatkannya. Tapi yang aku dapatkan adalah minibus, bus mini yang hanya dapat menampung 15-an orang dengan hanya ada satu line pintu penumpang.

Setelah beberapa puluh menit, akupun tiba di pos terakhir untuk berkendara bus. Aku turun di pangkalan ojek Pasar yaitu di Pasar Kota Pasirian. Disitu sudah ada Peman ( adik dari bapakku ) yang menjemputku. Lalu lanjut menyisiri daerah persawahan, daerah perkebunan kelapa, perkebunan pisang, hingga naik-turun gunung. Dan..... tibalah aku di tempat tujuan, yaitu di dusun Dampar, desa Bades, kecamatan Pasirian, kabupaten Lumajang, provinsi Jawa Timur.

Perlu sahabat ketahui, jarak antara bibir pantai laut selatan dengan rumah nenekku hanya dalam hitungan ratus meter saja. Suara ombak pantai biasanya terdengar dari rumah, apalagi disaat ombak besar.
Hari itu aku langsung full time untuk istirahat, karena hari esok banyak agenda untuk dilakukan. 
Waktu dan Agendaku di Lumajang hanya singkat, 3 hari untuk silahturahmi dengan keluarga dari bapak dan untuk menikmati pantai dengan pemandangan laut lepas ala Laut Selatan.

Okee, lebih aku persingkat. Setelah agenda silahturahmi dengan mengunjungi dari rumah ke rumah masing-masing keluarga. Dihari terakhir, aku agendakan untuk full menikmati indahnya Pantai Dampar. Akan tetapi dihari sebelumnya aku sudah kesini untuk mencari sinyal seluler buat menghubungi ibu di Lampung. Memang sinyal didaerah ini sangat susah, sebab daerah ini di kelilingi oleh Pegunungan-pegunungan tinggi. Jadi sinyal seluler sangat susah, untuk telfon saja hati pergi ke Pinggir pantai atau ke balik gunung. Tapi uniknya, tempat-tempat itu akan ramai disaat malam minggu. Ada banyak remaja sampai orang tua yang disitu sambil membawa handphone untuk mencari sinyal..

Dan inilah Pantai Dampar, pesisir dari Laut Selatan..


 Waktu dijalan, menuju Pantai Dampar dengan berjalan kaki.


Ini fotoku ketika lagi di TPI ( tempat pelelangan ikan ) dusun Dampar. Tapi sepi, sebab kebanyakan nelayan melakukan transaksi langsung di pinggir Pantai.

  #Perahu dan Danau Landscape
 #Fotografer amatiran, pemandangan sangat menawan. Sejuk dirasa, nyaman dipandang.
Air yang jernih bagaikan cermin dari awan dilangit.
Padahal itu adalah belakang rumah tempat tinggal nenekku.


 
 #Dibalik tebing


#Desa dari pesisir Pantai

Sekedar pengetahuan:
Keunikan Pantai Dampar adalah adanya danau dampar, dimana letak dari danau dan pantai ini berdampingan. Danau dan Pantai Dampar ini hanya dibatasi oleh hamparan pasir yang hitam dan bersih.
Dari Pantai Dampar ini kita bisa melihat pulau Nusa Barong yang berdiri dengan kokoh diseberang sana. Karena keindahan dari pantai inilah Prabu Hayam Wuruk raja termasyhur dari Majapahit dalam kunjungannya ke Lumajang mengunjungi pantai yang sudah tersohor keindahannya. Al kisah perjalanan Prabu Hayam Wuruk ke pantai Dampar ini tercatat dalam kitab NegaraKrtagama yang ditulis oleh pujangga terbaik Majapahit yaitu Mpu Prapanca. sumber: pedomannusantara.com

#Dan inilah, Pantai Dampar desa Bades, kecamatan Pasirian, kabupaten Lumajang, provinsi Jawa Timur.  
 #Ombak brooo...!!

 
 #Dengan background Ombak, 3 Perahu dan Laut Lepas.. seakan terasa bebasss...!!


 #Fotografernya mini tongsis ..haha
Disisi pantai itu, terdapat tebing-tebing tinggi. Waspada kalau ada batu yang jatuh
 
 #ada gua nya pula, tapi jangan coba-coba masuk kesana..

#Sisi lain kesibukan di Pinggir Pantai Dampar


 #Kelihatan agak sedikit kotor

 #Tapi suasananya asik, masyarakatnya ramah. Walaupun aku enggak kenal..

 #Budaya jawa yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong

 #Katanya ini masih kecil..

 #Ini tambahannya..


Dan akhir kata, aku tak tau kemana dan sampai kapan kaki ini akan melangkah?
Akupun selalu berkata, Kemana lagi kaki ini akan melangkah?
Karena aku ingin kaki ini terus melangkah kemana pun, dengan diikuti jiwa serta raga yang sehat hingga do`a yang mengiringiku..
Aku ingin terus melangkah, walaupun hanya dengan langkahku yang sederhana ini.
Hanya dengan menggendong tas dipunggung, baju (kaos) melekat dibadan, jaket dengan syal kecil dileher, kacamata, celana pendek, beralaskan sendal,  camera hp dengan pasangannya (tongsis). 
Tapi setidaknya aku sudah sampai di beberapa kota besar, dan aku akan terus berjalan #berpetualang 



Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah

INDONESIA
17 April 2016
Judul: Saat Aku di #Lumajang - Jawa Timur
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Mas Sahidin

☞ ℬagikan ℳ elalui ☜♡☞

 
Support : Maskolis | Mas Sahidin
Copyright © 2012. sahidin.com | sebuah catatan pria Bodoh ♂ °❤° - All Rights Reserved
Created by Maskolis | Mas Sahidin Published by Mastemplate
Proudly powered by Blogger