Ketika Aku di #Blitar Selatan

Mas Sahidin | Sunday, May 15, 2016 | |
Assalamualaikum wr.wb
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
sahidin.com | Ini adalah lanjutan tulisanku saat melakukan perjalanan ke Pulau Jawa. Setelah sebelumnya aku telah mengunjungi tempat nenek (orang tua dari bapakku) yang berada di Lumajang - Jawa Timur yaitu di dusun Dampar, desa Bades, kecamatan Pasirian, kabupaten Lumajang, provinsi Jawa Timur. 



Kali ini tujuanku berikutnya adalah .. Kabupaten Blitar, yang sering orang menyebutnya #BlitarSelatan. Lebih tepatnya di daerah Dusun Selok Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur yang tidak lain adalah rumah nenek (ibu dari ibuku).  Memang kedua kakek (dari bapak maupun ibuku) sudah meninggal. Kakek dari bapakku meninggal sebelum aku lahir, dan kakek dari ibu ku meninggal sejak beberapa tahun yang lalu. 

Perlu diingat, tujuan pertamaku kali ini adalah ke kabupaten Blitar bukan kota Blitar tapi pada bagian ini aku hanya sekedar lewat saja ketika ke kota. Niat awalnya hanya untuk mengunjungi tempat tinggal nenek serta kerabat-kerabat disana #BlitarSelatan bersama bapak. Nanti akan ada waktunya sendiri untuk mengunjungi Kota Blitar, tempat dimana sahabat-sahabatku tinggal dan berkumpul disana.

#Berangkat
Aku berangkat dari Lumajang sekitar pukul 08:15 wib, dengan mengendarai dua sepeda motor. Setelah berpamitan, kami langsung berangkat menuju ke daerah Dusun Ngrawan, Desa Tempursari, Kec. Tempursari, Kabupaten Lumajang. Akan tetapi, kami terlebih dahulu berziarah ke Makam Kakek yang memang tempat pemakamannya satu arah menuju ke dusun Ngrawan. Memang setiap kali kami berkunjung ke Lumajang, kami selalu menyempatkan waktu untuk berziarah ke makam kakek. 
Untuk mencapai ke lokasi makam, kami pun mharus menyusuri jalan-jalan perkebunan kakao (kopi coklat) dan kelapa serta harus jalan kaki menyeberang sungai kecil dan naik-turun bukit. Sebagian hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Waktu itu musim penghujan, jadi medannya pun lumayan licin dan sepatuku pun harus aku lepas.

Setelah selesai berziarah, kami pun melanjutkan perjalanan. Jalan yang kami lalui adalah jalan perbukitan, karena kami memang berada dipesisir laut selatan. 
  • Sebelah kanan kami adalah bukit-bukit tinggi dengan batu-batu besar berada diatas kami. Yang seakan-akan siap "menetesi" kita yang berada dibawahnya.  Walaupun jalannya sudah diaspal, tapi faktanya jalan ini tidak bisa dikatakan bagus karena masih banyak lubang yang siap menghantam ban motor kami jika lalai. Ditambah lagi ini merupakan daerah perbukitan, jadi jalannya naik-turun serta berkelok mengikuti arah tebing. Daerah ini pun rawan terjadi longsor, apalagi disaat musim penghujan seperti sekarang ini. 
  • Sebelah kiri kami adalah jurang-jurang dengan kedalaman yang bisa dikatakan lumayan. Lumayan untuk menghancurkan rentetan gerbong kereta api mudik lebaran, jika sampai masuk ke jurang itu. Banyak sekali yang tidak terdapat pembatas jalannya dan mungkin jika pada malam hari daerah ini akan gelap gulita karena jika diamati tidak terdapat lampu penerang jalan di sepanjang jalan bertebing ini. Ngeri banget kan... :-D
Tapi disamping jalur yang mengerikan ini, terdapat pemandangan yang sangat menakjubkan. Pesisir laut selatan dengan garis pantai yang memanjang. Laut lepas yang bagaikan tak bertepi, dihiasi dengan ombak-ombak yang saling berkejar-kejaran untuk mencapai tepi pantai. Ini adalah ciri khas pantai laut selatan.
Ditengah perjalanan, terdapat suatu tempat yang biasa dimanfaatkan oleh kebanyakan oarang untuk sekedar melepas lelah. Masyarakat setempat menyebutnya "Watu Godek" .


Foto : Watu Godek dari atas. Kerenkan Jalannya pinggir laut broo..
sumber: IG 
 Foto: Rute diatas tebing
Biasanya tempat itu selalu ramai, iyaaa.. ramai orang berteduh melepas lelah ditengah perjalanan serta berfoto-foto.

Saat kami berhenti disini, cuaca masih lumayan cerah. Tetapi beberapa saat kemudian tiba-tiba langit mendung. Memang daerah ini cuacanya tidak menentu, keadaan panas pun bisa tiba-tiba hujan. Sangat susah ditebak.

Kami pun melanjutkan perjalanan kembali, tapi belum sampai ditempat tujuan yang hanya tinggal beberapa kilometer lagi hujan pun turun. Lagi-lagi cuacanya extreme, langsung disambut hujan di perjalanan. Karena hujan lumayan lebat, kami pun memutuskan untuk berteduh di pos ronda pinggir jalan. Ketika berangkat cuaca memang cerah, kami pun sama sekali tidak mempersiapkan jas hujan sebelumnya. Setelah hujan agak reda, kami pun langsung melanjutkan perjalanan, beberapa saat kemudian kami pun sampai di tempat tujuan untuk sekedar menginap satu malam. Esok harinya kami berpamitan lagi untuk melanjutkan perjalanan ke kabupaten Blitar dengan naik Mini Bus dari Lumajang - Malang tapi mini bus kami sempat putar balik jalur, karena ada jalur yang tidak bisa dilalui sebab longsor dan ada batu besar yang melintang di jalan raya. 

#Singkat Cerita 
Pukul 13:22 wib, kami pun sampai di Blitar. terakhir rute bus adalah turun di brongkos - kesamben. Kami melanjutkan dengan naik ojek, beberapa puluh menit kemudian kami tiba di tempat tujuan utama. Yaitu di tempat nenek (ibu dari ibuku), di daerah Dusun Selok Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur.

Setelah tiba, akupun langsung istirahat sejenak.  Kemudian aku mengunjungi kerabat-kerabat terdekat untuk bersilahturahmi. Karena aku hanya punya waktu 2 hari disini.
Esok harinya, aku langsung On The Way ke salah satu tempat wisata didaerah ini yaitu Pantai Jolosutro yang merupakan sebuah pantai yang berada di Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.  Aku bersama keponakanku ( anak dari bibiku). Dan ini hasil jeprat-jepretan nya ..hehee


Inilah indahnya #BlitarSelatan

 #Kalimantan, dapat salam dari #Blitar

 #Unjuk Gigi :-D

 Background Laut lepas broo..


Itu yang di belakang adalah keponakanku..


Ini jejakku di #Blitar

 Di perjalanan pulang #Freedom

Setelah puas menikmati alam, kami berdua lanjut ke daerah kota. Memang terlihat gila, karena kami harus putar balik arah dan jaraknya pun cukup jauh. Dikota Blitar, kami berdua hanya mengunjungi alun-alun kota saja. 


 Dari depan alun-alun...

Ke tengah alun-alun...

 Sampai belakang alun-alun..

Setelah itu kami langsung pulang karena cuaca sedikit tidak bersahabat dan waktu juga sudah mulai petang.
Esok harinya akupun pun berpamitan dengan bapak, nenek serta keluarga di Blitar. Aku bilang bahwa aku akan ke Malang, Surabaya, balik lagi ke Blitar tapi tidak ke binangun karena akan menginap di kota, lanjut ke Jogja, lalu Bandung, jakarta dan Balik lagi ke Pangkalan Bun - Kalimantan Tengah.

Dari sini aku dan bapak akan berpisah. Aku harus melanjutkan perjalananku. Sedangkan bapak, akan menyelesaikan urusannya terlebih dahulu kemudian akan pulang ke Lampung.

Setidaknya aku sudah lega, dapat mempertemukan bapak dengan nenek serta keluarga beliau di Jawa ( Lumajang-Blitar).
Aku hanya dapat memberikan hal yang sangat kecil itu kepada beliau, dan mungkin tak seberapa nilainya. Tapi itu semua adalah hasil dari keringatku, hasil dari setiap lelahku sendiri yang aku kumpulkan di negri perantauan #kalimantan.
Muali dari ongkos Lampung-Lumajang, Uang saku, Lumajang-Blitar hingga beliau pulang nanti InsyaAllah itu murni dari hasil keringatku sendiri. 


 Bonus untuk #Blitar

Oke dehh, pagi harinya kau langsung On The Way ke #Malang....
Tunggu ceritaku selanjutnya yaaa... 
Please Stay On www.sahidin.com ..... 
 

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
#sahidin 

Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat - Kalimantan Tengah INDONESIA
15 Mei 2016
Judul: Ketika Aku di #Blitar Selatan
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Mas Sahidin

☞ ℬagikan ℳ elalui ☜♡☞

 
Support : Maskolis | Mas Sahidin
Copyright © 2012. sahidin.com | sebuah catatan pria Bodoh ♂ °❤° - All Rights Reserved
Created by Maskolis | Mas Sahidin Published by Mastemplate
Proudly powered by Blogger